Rabu, 03 Desember 2014

PNS TNI /KEMHAN Atraksi Bongkar Pasang Senjata M-16 & Bela Diri Karate dalam Upacara Perayaan HUT KORPRI ke-43 di Mabes TNI AL Cilangkap

Senin, 1 Desember 2014 14:48 WIB

PNS Wanita Pamer Bongkar Pasang Senjata M-16
ist

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memimpin Upacara HUT ke-43 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2014, di Lapangan Apel Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).
Peringatan HUT ke-43 Korpri ini mengangkat tema: 'Memperkokoh Jiwa Korps, Profesionalitas dan Integritas Aparatur Sipil Negara sebagai Anggota Korpri guna Mendukung Kepemimpinan Nasional Menuju Bangsa yang Maju, Sejahtera dan Bermartabat'.
Dalam acara tersebut, Pasukan Bela Negara memamerkan kebolehannya membongkar pasang senjata laras panjang M-16.
Sebanyak 640 PNS gabungan di jajaran TNI dan Kemenhan serta perwakilan prajurit ikuti upacara HUT Korpri di Lapangan Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur.
Peringatan HUT Korpri di jajaran TNI dan Kemenhan ini dimeriahkan oleh demo atraksi bela diri oleh PNS. Selain itu upacara dimeriahkan demonstrasi kemahiran olah kecepatan bongkar pasang senjata M-16 yang dilaksanakan oleh 134 Pasukan Bela Negara PNS TNI AL yang baru saja selesai mengikuti pendidikan bela negara.
Uniknya, ada 3 anggota dari pasukan ini yang melakukan demonstrasi bongkar pasang M-16 dengan mata tertutup, salah satunya wanita. Panglima pun terlihat terkesan dengan kecepatan dan ketangkasan Pasukan Bela Negara tersebut.
Bukan itu saja, para PNS terlatih ini juga melakukan unjuk keterampilan beladiri karate yang sempat beberapa kali berhasil memecahkan benda keras dengan tangan hampa.
Upacara yang melibatkan 640 Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI dari tiga matra (AD, AL, dan AU) ini antara lain dihadiri KSAL Laksamana TNI Marsetio, KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Kasum TNI Laksdya TNI Ade Supandi, Wakil KSAD Letjen TNI Muhammad Munir, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Ketua Dewan Pengurus Korpri TNI Dr. Herianto Sidik Iriansyah, Ketua Korpri TNI AD Aman Sanusi, Ketua Korpri TNI AL Drs. Safwanuddin, Ketua Korpri TNI AU Saeful Uyun, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dan PNS.

Senin, 01 Desember 2014

Pesan Panglima TNI di HUT Korpri ke-43

Pesan Panglima TNI di HUT Korpri ke-43
VIVAnews - Panglima Jendral TNI Moeldoko memimpin upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 1 Desember 2014.

Perayaan HUT Korpri ke-34 ini mengusung tema "Memperkokoh Jiwa Korps, Profesionalitas, dan Integritas Aparatur Sipil Negara Sebagai Anggota Korpri Guna Mendukung kepemimpinan Nasional Menuju Bangsa yang Maju, sejahtera, dan Bermartabat."

Upacara HUT Korpri ini juga dimeriahkan oleh 134 pasukan bela negara yang menampilkan bongkar pasang senjata. Ada juga demonstrasi bela diri karate dari pasukan TNI AL. 

Dalam sambutannya, Moeldoko meminta kepada seluruh pengawai negeri sipil di jajaran Mabes TNI untuk menjadi tauladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat.

"Harus memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang bersih dan mampu melayani masyarakat lebih cepat lagi," kata Moeldoko.

Selain itu, untuk memeriahkan HUT tersebut, digelar kegiatan bhakti sosial, donor darah, olahraga bersama yang diikuti sekitar 1.000 personel, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Acara ini juga dilengkapi dengan santunan kepada anak yatim.

Syaefullah/Jakarta/asp

Panglima TNI Pimpin Upacara HUT Ke-43 Korpri

Panglima TNI Pimpin Upacara HUT Ke-43 Korpri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memimpin Upacara HUT ke-43 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2014, di Lapangan Apel Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).
Peringatan HUT ke-43 Korpri ini mengangkat tema: 'Memperkokoh Jiwa Korps, Profesionalitas dan Integritas Aparatur Sipil Negara sebagai Anggota Korpri guna Mendukung Kepemimpinan Nasional Menuju Bangsa yang Maju, Sejahtera dan Bermartabat'.
Dalam sambutan Presiden RI Joko Widodo selaku Penasehat Nasional Korpri yang dibacakan oleh Panglima TNI mengatakan, dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi Korpri akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (Korps ASN RI). Dengan tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi Aparatur Sipil Negara, serta mewujudkan jiwa korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.
Untuk itu sebagai organisasi yang merupakan bagian integral dari pemerintahan, Presiden meminta fungsi-fungsi sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang Aparatur Sipil Negara dapat diwujudkan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada amanat Panca Prasetya Korpri.
Pada HUT yang ke-43 ini, Presiden berpesan kepada jajaran Korpri untuk dapat menjadi guru, menjadi tauladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat. Memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat lagi.
Percepatan perubahan budaya kerja untuk seluruh anggota Korpri menuju pola pikir dan budaya kerja aparatur negara yang lebih gigih, cerdas, inovatif, dan tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan strategis. Berikan pelayanan borokrasi yang makin cepat, makin akurat, makin murah dan makin baik.
"Tinggalkan mentalitas priyayi atau penguasa. Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat," kata Moeldoko.
Lebih lanjut dikatakan, jaga kode etik profesi, pedomani sumpah jabatan dan pegang teguh komitmen Panca Prasetya Korpri. Buktikan kepada masyarakat bahwa integritas dan kinerja aparatur negara semakin berkualitas dan dapat dibanggakan.
HUT ke-43 Korpri tahun 2014 dimeriahkan pula dengan demonstrasi keterampilan bongkar pasang senjata secara massal, bahkan tiga orang diantaranya melakukan hal tersebut dengan mata tertutup. Alhasil, keterampilan tersebut dapat memukau para undangan hingga mendapat sambutan tepuk tangan berulang kali.

Di HUT Korpri, Pasukan Bela Negara Pamer Bongkar Pasang M-16

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin upacara peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia ke-43. Dalam acara tersebut, Pasukan Bela Negara memamerkan kebolehannya membongkar pasang senjata laras panjang M-16.

Sebanyak 650 PNS gabungan di jajaran TNI dan Kemenhan serta perwakilan prajurit ikuti upacara HUT Korpri di Lapangan Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12/2014). Panglima pun membacakan arahan Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut.

"Pada HUT Korpri yang ke-43 ini, saya berpesan kepada jajaran Korpri untuk memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat lagi," ucap Moeldoko membacakan pesan Jokowi di hadapan peserta upacara.

Jokowi juga meminta agar pegawai Korpri memberikan pelayanan birokrasi yang makin cepat, makin akurat, makin murah, dan makin baik. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berpesan agar Korpri meninggalkan mentalitas priyayi atau penguasa dan menjadi birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

"Jaga kode etik profesi. Pedomani sumpah jabatan. Pegang teguh komitmen Panca Prasetya Korpri. Buktikan kepada masyarakat bahwa integritas dan kinerja aparatur negara semakin berkualitas dan dapat dibanggakan. Tinggalkan ego sektoral dan ego kedaerahan," lanjut Moeldoko menyampaikan pesan Presiden.

Peringatan HUT Korpri di jajaran TNI dan Kemenhan ini dimeriahkan oleh demo atraksi bela diri oleh PNS. Selain itu upacara dimeriahkan demonstrasi kemahiran olah kecepatan bongkar pasang senjata M-16 yang dilaksanakan oleh 134 Pasukan Bela Negara PNS TNI AL yang baru saja selesai mengikuti pendidikan bela negara.

Uniknya, ada 3 anggota dari pasukan ini yang melakukan demonstrasi bongkar pasang M-16 dengan mata tertutup, salah satunya wanita. Panglima pun terlihat terkesan dengan kecepatan dan ketangkasan Pasukan Bela Negara tersebut.

Hadir pula dalam upacara HUT Korpri ini Kasal Laksamana TNI Marsetio, KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia. Sementara KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo diwakilkan oleh Wakasad Letjen Munir.

Elza Astari Retaduari - detikNews